BEBERAPA FAKTA MENARIK TIMNAS INDONESIA
Sepak Bola adalah
olahaga yang amat sangat popular di kalangan masyarakat Dunia termasuk sendiri
Indonesia. Kita tentu sudah mengenal apa itu sepak bola, dan kita juga pasti
sudah mengenal Tim kebanggaan negeri kita. Ya benar, pasukan Garuda Asia yang
tidak lain ialah Timnas Indonesia. Timnas kita ini pernah berjaya di era 70 an
hingga 90 an. Ketika itu Timnas Indonesia pernah menempati peringkat ke 76
dunia. Bahkan mereka juga pernah melesat hingga ke piala dunia 1934.
Kenyataanya
sekarang, Timnas kita merosot jauh hingga ke posisi 166 dunia, Peringkat
terburuk Indonesia ialah 191 ketika itu terjadi konflik dengan PSSI Yang
berujung pembekuan kompetisi Sepak Bola Liga Indonesia. Berikut akan dipaparkan
beberapa fakta menarik dalam tim Nasional Sepak Bola Indonesia.
1.
Tampil di Piala Dunia 1938
Siapa bilang Indonesia
belum pernah tampil di Piala Dunia? Di Piala Dunia edisi ke-3 di Prancis pada
1938, Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia-Belanda sudah merasakan
atmosfer Piala Dunia.
Tampilnya Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938 ga lepas
dari aksi boikot yang dilakukan tim-tim asal Amerika Selatan. Mereka marah
karena FIFA melanggar perjanjian untuk melangsungkan Piala Dunia bergantian
antara benua Eropa dan Amerika Selatan. Setelah Italia pada 1934, ternyata
justru Prancis yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 1938. Sayang, Tim yang
menunjukkan kebhinekaan – diperkuat pemain pribumi, keturunan tionghoa, dan
Indo-Belanda – dicukur Hongaria dengan skor telak 6-0.
2.
Semifinal ASIAN GAMES 1954
Indonesia memang menjadi salah
satu macan Asia di era 1950-an. Salah satu buktinya adalah mampu menjadi
semifinalis Asian Games 1954. Bergabung di Grup C, timnas Indonesia tampil
sempurna dengan mengalahkan Jepang (5-3) dan India (4-0).Sayang, timnas
Indonesia yang saat itu diperkuat Ramang dan pemain keturunan Tionghoa Tee San
Liong gagal menembus partai puncak. Mereka ga mampu melewati adangan Taiwan yang
kala itu memang kerap menjadi momok bagi Indonesia. Hasil akhir, Indonesia pun
dipaksa takluk 2-4. Pedihnya lagi, di perebutan peringkat ketiga, giliran Burma
yang mengubur asa Ramang dkk untuk meraih medali.
3. Kapten
Timnas Indonesia Berprofesi Sbg Dokter
Di antara para pemain tim Hindia Belanda terdapat Achmad Nawir. Pemain
bertahan asal klub Soerabajasche Voetbal Bond itu dipercaya pelatih Johannes
Christoffel van Mastenbroek untuk menjadi kapten. Yang unik, sebagaimana
dikutip situs Java Post yang berbahasa Belanda, Nawir sesungguhnya berprofesi
sebagai dokter. Gambar di samping menunjukkan Kapten Timnas Indonesia, dr. Ahmad
Nawir turun ke lapangan dengan mengenakan kacamata, suatu hal yang tidak lazim
saat itu dan jarang dilakukan oleh pemain negara lain.
4. Indonesia
Pernah menahan Imbang (0-0) atas Uni Sovyet pada Olimpiade 1956 Melbourne
Kenyataan bahwa tim nasional Indonesia menahan imbang Uni Soviet 0-0
pada babak perempat final Olimpiade 1956 Melbourne sudah menjadi fakta umum.
Namun, tahukah Anda bahwa Indonesia nyaris mengalahkan Soviet pada pertandingan
itu? Sebagaimana dilansir situs Fifa ujung tombak klub PSM Makassar Andi Ramang
melepaskan tembakan ke gawang Soviet di menit ke-84. Namun, kiper legendaris
Lev Yashin bergerak cepat dan menepis bola dengan ujung jarinya.
5. Medali
perunggu ASIAN GAMES 1958
Kegemilangan
dan kehebatan para pemain timnas Indonesia di era 1950-an masih berlanjut di
ajang Asian Games 1958. Masih diperkuat Ramang sebagai otak serangan dan Maulwi
Saelan di posisi penjaga gawang, timnas Indonesia mampu unjuk kemampuan menjadi
empat tim terhebat di Asian Games 1958.
Setelah tampil sempurna
dengan meraih dua kemenangan di fase grup, Maulwi Saelan dkk ga menurunkan
semangat di babak perempat final. Filipina yang menjadi lawan dihantam dengan
skor 5-2. Sayang, di semifinal Indonesia harus mengakui keunggulan Taiwan
dengan skor tipis, 0-1.

Gak mau
mengulang kegagalan di Asian Games 1954, timnas Indonesia tampil habis-habisan
di perebutan medali perunggu. India yang merupakan lawan di fase grup kembali
ditaklukkan. Kali ini dengan skor 4-1 untuk kemenangan timnas Indonesia. Inilah
prestasi terbaik sekaligus menorehkan sejarah sepak bola indonesia yang mampu
diraih tim Merah Putih di Asian Games.
6.
Juara
Pesta SUKAN 1972

Pada turnamen di Singapura ini timnas Indonesia
benar-benar menunjukkan bahwa mereka tim terkuat saat itu. Bagaimana tidak,
Indonesia yang mengirimkan dua tima ke ajang ini mampu menciptakan All
Indonesian Final.
Tampilnya tim Indonesia A maupun tim Indonesia B
di partai final karena kedua tim sama-sama menjadi juara grup. Meski demikian,
tim Indonesia A yang diperkuat pemain dengan kualitas lebih baik lah yang
berhak menyandang gelar juara.
7.
Juara Piala Kemerdekaan 1987
Ga mau kalah dari negara-negara tetangga yang bikin turnamen
Internasional, Indonesia pun mulai menggelar Piala Kemerdekaan sejak 1985. Tapi
baru pada gelaran tahun 1987, timnas Indonesia bisa meraih juara. Menggunakan
sistem setengah kompetisi, lima tim yang di antaranya ada Aljazair XI dan Korea
Selatan XI saling berebut menjadi dua tim teratas. Hasilnya di final
mempertemukan Tim Indonesia A melawan Aljazair XI. Setelah imbang 1-1 selama 90
menit, tim Indonesia A akhirnya bernapas lega usai Ribut Waidi mencetak gol
penentu juara.
8.
Juara Sea Games 1987
Setelah lama ga mencicipi gelar
juara di level Internasional, rakyat Indonesia kembali bersuka cita saat
Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 1987. Diperkuat sejumlah pemain andal
pada masa itu seperti Herry Kiswanto, Ricky Yakobi, Robby Darwis, Ponirin Meka,
dan Rully Nere, Indonesia tampil trengginas di setiap pertandingan. Di
antaranya dengan membabat Burma dengan skor telak 4-1 di babak semifinal.
Adalah
Ribut Waidi yang menjadi pahlawan kesuksesan tim Merah Putih kala itu. Golnya
pada menit ke-91 ke gawang Malaysia membuat Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta,
bergemuruh. Itulah kemenangan pertama Indonesia di ajang SEA Games.
9.
Medali Perak SEA GAMES 2011
Medali Perak SEA GAMES 2011
Tampil di hadapan puluhan ribu
suporter sendiri ternyata ga membuat timnas Indonesia
menjadi muncul sebagai yang terbaik pada SEA Games 2011. Tampil melawan
Malaysia di partai final memaksa Andik Vermansah dkk harus melalui babak adu
penalti. Rupanya Indonesia memang belum berjodoh jika harus melakoni adu
penalti di partai final SEA Games. Indonesia pun kalah 3-4 dari Malaysia.
10.
Third Place AFF 2017 U 18
Timnas U-19 Indonesia berhasil
menaklukkan tuan rumah Myanmar dengan skor
7-1 pada perebutan peringkat ketigaPiala AFF U-18 di Stadion
Thuwunna, Yangon.
Gol-gol Indonesia
dicetak oleh Muhammad Rafli Mursalim pada menit ke-13 dan (59'), Witan Sulaeman
pada menit ke-27, Egy Maulana Vikri (34', 85'), dan Hanis Saghara (73', 92').
Adapun
satu gol tuan rumah dicetak oleh Kaung Khant pada menit ke-91.
Dengan kemenangan
ini, Garuda Nusantara, julukan timnas U-19Indonesia,
meraih peringkat ketiga pada ajang Piala AFF U-18.
11.
Lolos Piala Asia
U16 2018
Tim nasional (timnas) Indonesia memastikan diri
lolos ke putaran final Piala Asia U-16 2018. Itu setelah, mereka membungkam
Laos dengan skor 3-0, di Stadion Rajamangala, Bangkok.
Dengan kemenangan ini, Indonesia lolos sebagai
juara grup G dengan nilai sempurna 12. Itu lantaran di tiga laga sebelumnya
mereka juga berhasil menang atas Kepulauan Mariana Utara (18-0), Timor Leste
(3-1), dan Thailand (1-0).
12.
Peringkat 8 DANONE
Cup U12 2017
Timnas
Indonesia U-12 yang diwakili SSB Batu Agung asal Balangan, Kalimantan Selatan
bisa dibilang meraih sukses di ajang Danone Nation Cup 2017 yang digelar di New
York Amerika Serikat.
Dalam kompetisi internasional tersebut,
Timnas U-12 harus puas berada di posisi 8.
Di pertandingan terakhir, mereka harus
tunduk dari Ghana dengan skor 2-0.
Posisi
mereka di peringkat 8 masih lebih baik ketimbang sejumlah negara yang selama
ini dikenal sebagai raksasa-raksasa sepakbola dunia, seperti dilansir dari
laman resmi Danone Nations Cup 2017.
Ya,
dari 32 peserta dari negara-negara dunia, Indonesia mampu meraih peringkat 8
Danone Nations Cup 2017.
Timnas
Indonesia U-12 mampu berada di atas negara-negara sepakbola seperti Spanyol
yang berada satu tingkat di bawah Timnas U-12 di posisi 9.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar