Kamis, 03 Oktober 2019


Polarimeter didefinisikan sebagai suatu alat yang tersusun atas polarisator dan analisator. Polarimeter merupakan sebuah polaroid yang mampu memolarisasi cahaya. Polarisasi sendiri mempunyai makna perubahan arah getar gelombang cahaya yang semula acak menjadi satu arah getar. Sedangkan analisator ialah suatu polaroid yang bisa menganalisa atau memolarisasikan cahaya.

Zat optik aktif merupakan suatu zat yang sifatnya bisa memutar bidang polarisasi cahaya. Salah satu contoh dari zat optik aktif adalah larutan gula. Larutan ini dapat memutar bidang polarisasi cahaya sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran sudut polarisasi. Dari data hasil pengamatan, dapat diambil kesimpulan bahwa semakin besar konsentrasi gula dalam larutan maka sudut putar sumbu polarisasi yang dihasilkan pun semakin besar. Mulai dari konsentrasi 1%  sampai dengan 5%, hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi larutan gula dengan sudut putar berbanding lurus. (Wulandari, Yayan. 2013)

Peristiwa yang terjadi dalam polarimeter merupakan peristiwa polarisasi dimana arah getaran cahaya terpolarisasi yang keluar tidak akan sama dengan arahnya yang di awal. Fenomena ini disebut dengan perputaran bidang getar atau polarisasi, dan zat yang dapat memperlihatkan efek ini disebut sebagai zat optik. Aktivitas ini terjadi akibat adanya ketidak-simetrisan molekul zat.

Pada polarimeter, lampu Natrium menghasilkan cahaya yang berwarna kuning dikarenakan gas Natrium yang berpijar.

Fungsi dari polarimeter diantaranya :
1. Menganalisa zat yang optis aktif
2. Mengukur kadar gula
3. Penentuan antibiotik dan enzim

Syarat senyawa yang bisa dianalisis dengan polarimeter yaitu :
1.    Mempunyai struktur bidang kristal tertentu( lazim dijumpai pada zat padat)
2.    Mempunyai struktur molekul tertentu, biasanya ditemukan pada zat cair.

Prinsip dasar polarimetris adalah pengukuran daya putar optis suatu zat yang mengakibatkan terjadinya perputaran bidang getar sinar terpolarisir.

Larutan yang digunakan dalam praktikum polarimeter ini mempunyaii konsentrasi berbeda-beda, mulai dari 1%, 2%, 3%, 4% dan yang terakhir 5%. Masing-masing konsentrasi dari larutan memiliki sudut putar yang berbeda terhadap bidang getar sinar, hal ini dipengaruhi oleh tentu saja perbedaan konsentrasi dan :
Jenis zat yang dilarutkan
Panjang larutan yang dilalui cahaya
Jenis zat cair sebagai pelarut
Panjang gelombang cahaya yang melewati larutan
Temperatur larutan.

Untuk hasil perhitungan menggunakan teori ralat sebagai berikut :
C  = (1 ± 0,0000707107) dengan ketidakpastian relatif 0,007%*
C  = (2 ± 0,0001118033) dengan ketidakpastian relatif 0,006%*
C  = (3 ± 0,0001581138) dengan ketidakpastian relatif 0,005%*
C = (4 ± 0,0002061552) dengan ketidakpastian relatif 0,005 %*
C = (5 ± 0,0002549509) dengan ketidakpastian relatif 0,005 %*



KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Setelah melakukan percobaan ini, dapat diambil kesimpulan bahwasannya:
Prinsip kerja polarimeter ialah meneruskan sinar yang memiliki arah getar sama dengan arah polarisator.
Cara membaca skala pada polarimeter sama dengan cara membaca skala pada jangka sorong.
Besarnya sudut putar cahaya yang dihasilkan bergantung pada konsentrasi larutan yang dipakai. Semakin besar konsentrasi larutan, maka sudut yang dihasilkan semakin besar.

Saran
Saat melakukan praktikum  polarimeter, sebaiknya ketika  memasukkan cairan kedalam tabung pemutar diusahakan tidak terdapat gelembung udara sedikitpun.

DAFTAR RUJUKAN

Tim Praktikum Fisika Dasar. 2019. Modul Praktikum Fisika Untuk Biologi  (hlm. 33-38). Malang: Universitas Negeri Malang
Alonso, Marcelo.1990. Dasar-dasar fisika universitas. Jakarta: Erlangga
Wulandari, Yayan. Evi Luvina. Syarifudin. 2013. Buku Super SMA Jilid Dua. Tangerang: Scientific Press
Wibowo, A.B., Rivai, M., & Tasripan. (2016). Alat Uji Kualitas Madu Menggunakan Polarimeter dan Sensor Warna. Jurnal Teknik ITS, 5(1), F28-F33.