Selasa, 18 Oktober 2016

STADION DI PULAU MADURA

MADURA...
Apa yang terlintas di pikiran anda mendengar kata madura. Ya pasti kerapan sapi. Kerapan sapi memang menjadi kebudayaan yang sangat digemari masyarakat Madura. Tapi selain kerapan sapi, pulau madura juga menjadi terenal setelah adanya klub MADURA UNITED FC di kancah sepak bola Indonesia. Dan sekarang mimin mau ngepost Beberapa Stadion di pulau Madura.  Monggo....
1. Stadion Gelora Bangkalan
Hasil gambar untuk gelora bangalan tampak depan
Stadion ini dibangun pada tahun 2012 dengan kapasitas tempat duduk 15.000. Hal ini terletadi Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan. Pembangunan stadion itu juga dimaksudkan untuk mendukung tawaran dari kota Surabaya, untuk 2019 Asian Games. Ini memiliki pusat makanan mereka sendiri terletak di daerah utara stadion. 

Stadion ini merupakan Markas dari Tim Madura United Fc. dan perseba super bangkalan

2. Stadion pamekasan







(repost ig@mahendra_milovanovic13)
Stadion ini bernama stadion Pamekasan. dibangun pada 2013 Lalu  . Rencananya stadion ini akan menjadi Home Base Madura United. Tampak depan mirip dengan stadion OLD TRAFFORD di Inggris. Stadion ini berkapasitas 20.000 penonton. dengan bentuk tribun mengelilingi seluruh stadion.


STADION R. SOENARTO
Hasil gambar untuk stadion r soenarto



Stadion ini terletak di Kabupaten Pamekasan, stadion ini menjadi tempat bergulirnya Kompetisi TarKam di Pamekasan. Juga menjadi tempat latihan dari klub ISC B Persepam Madura Utama

STADION AHMAD YANI
Hasil gambar untuk stadion a. yani sumenep
(sumber)
TERLETAK DI Kabupaten sumenep, berkapasitas 15.000 penonton. Menjadi HOME BASE bagi klub Perssu super Madura

KERAJAAN KOTA KAPUR

TUGAS  SEJARAH                                                              
Tema                               : SEJARAH KERAJAAN KOTA KAPUR
Mapel                             : SEJARAH INDONESIA


·         Pengertian: 

Kerajaan kota kapur adalah kerajaan di mana sejarah terbentukya kerajaan sriwijaya atau lebih tepatnnya bibit dari kerajaan sriwijaya yang sudah berada di pulau Bangka dengan bukti bukti seperti arca durga mahisasramardhani

·         Bukti keberadaan kerajaan kota kapur
 Jika dilihat dari hasil temuan dan penelitian tim arkeologi yang dilakukan di Kota Kapur, Pulau Bangka, yaitu pada tahun 1994, dapat diperoleh suatu petunjuk mengenai kemungkinan adanya sebuah pusat kekuasaan di daerah tersebut bahkan sejak masa sebelum kemunculan Kerajaan Sriwijaya.

Pusat kekuasaan tersebut meninggalkan banyak temuan arkeologi berupa sisa-sisa dari sebuah bangunan candi Hindu (Waisnawa) yang terbuat dari batu lengkap dengan arca-arca batu, di antaranya yaitu dua buah arca Wisnu dengan gaya mirip dengan arca-arca Wisnu yang ditemukan di daerah Lembah Mekhing, Semenanjung Malaka, dan Cibuaya, Jawa Barat, yang berasal dari masa sekitar abad ke-5 dan ke-7 masehi.

Sebelumnya, di situs Kota Kapur selain telah ditemukan sebuah inskripsi batu dari Kerajaan Sriwijaya yang berangka tahun 608 Saka (=686 Masehi), telah ditemukan pula peninggalan - peninggalan lain yaitu di antaranya sebuah arca Wisnu dan sebuah arca Durga Mahisasuramardhini. Dari peninggalan-peninggalan arkeologi tersebut nampaknya kekuasaan di Pulau Bangka pada waktu itu bercorak Hindu-Waisnawa, seperti halnya di Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat.

Temuan lain yang penting dari situs Kota Kapur ini adalah peninggalan berupa benteng pertahanan yang kokoh berbentuk dua buah tanggul sejajar terbuat dari timbunan tanah, masingmasing panjangnya sekitar 350 meter dan 1200 meter dengan ketinggian sekitar 2–3 meter. Penanggalan dari tanggul benteng ini menunjukkan masa antara tahun 530 M sampai 870 M. Benteng pertahanan tersebut yang telah dibangun sekitar pertengahan abad ke-6 tersebut agaknya telah berperan pula dalam menghadapi ekspansi Sriwijaya ke Pulau Bangka menjelang akhir abad ke-7.

Penguasaan Pulau Bangka oleh Sriwijaya ini ditandai dengan dipancangkannya inskripsi Sriwijaya di Kota Kapur yang berangka tahun 608 Saka (=686 Masehi), yang isinya mengidentifikasikan dikuasainya wilayah ini oleh Sriwijaya. Penguasaan Pulau Bangsa oleh Sriwijaya ini agaknya berkaitan dengan peranan Selat Bangsa sebagai pintu gerbang selatan dari jalur pelayaran niaga di Asia Tenggara pada waktu itu. Sejak dikuasainya Pulau Bangka oleh Sriwijaya pada tahun 686 maka berakhirlah kekuasaan awal yang ada di Pulau Bangka.

RAJA YANG MEMERINTAH
Seorang pembesar yang gagah berani, Kandra Kayet, di medan pertempuran. Ia bergumul dengan Tandrun Luah dan berhasil membunuh Tandrun Luah. Tandrun Luah mati terbunuh di medan pertempuran. Tetapi, bagaimana nasib Kayet yang membunuh itu? Juga Kayet berhasi ditumpas. Ingatlah akan kemenangan itu!

Kamu sekalian dewata yang berkuasa dan sedang berkumpul menjaga Kerajaan Sriwijaya! Dan kau, Tandrun Luah, dan para dewata yang disebut pada pembukaan seluruh persumpahan ini! Jika pada saat manapun di seluruh wilayah kerajaan ini ada orang yang berkhianat, bersekutu dengan pengkhianat, menegur pengkhianat atau ditegur oleh pengkhianat, sepaham dengan pengkhianat, tidak mau tunduk dan tidak mau berbakti, tidak setia kepadaku dan kepada mereka yang kuserahi kekuasaan datu, orang yang berbuat demikian itu akan termakan sumpah. Kepada mereka, akan segera dikirim tentara atas perintah Sriwijaya. Mereka sesanak keluarganya akan ditumpas! Dan semuanya yang berbuat jahat, menipu orang, membuat sakit, membuat gila, mlakukan tenung, menggunakan bisa, racun, tuba, serambat, pekasih, pelet dan yang serupa itu, mudah-mudahan tidak berhasil. Dosa perbuatan yang jahat untuk merusak batu ini hendaklah segera terbunuh oleh sumpah, segera dipukul. Mereka yang membahayakan, yang mendurhaka, yang tidak setia kepadaku dan kepada yang kuserahi kekuasan datu, mereka yang berbuat demikian itu, mudah-mudahan dibunuh oleh sumpah ini.

Tetapi kebalikannya, mereka yang berbakti kepadaku dan kepada mereka yang kuserahi kekuasaan datu, hendaknya diberkati segala perbuatannya dan sanak keluarganya, berbahagia, sehat, sepi bencana dan berlimpah rezeki segenap penduduk dusunnya.

Rabu, 12 Oktober 2016

KELANGAN - WANDRA

                       KALI INI SAYA BAKALAN NGEPOST CURAHAN HATI ADMIN MENGENAI SALAH SEORANG KEKASIH SAYA(SFC).  MELALUI SEBUAH BAIT LAGU INI. LAGU INI BERJUDUL “KELANGAN” YANG DINYANYIKAN OLEH WANDRA, SEORANG MUSISI ASAL BANYUWANGI YANG SAAT INI SUDAH MULAI TERKENAL DI KALANGAN MASYARAKAT. KHUSUSNYA JAWA TIMUR…

Sabtu, 01 Oktober 2016

Assalamu'alaikum wr.wb
Sebelumnya, mimin minta maaf karena untuk 3 bulan terakhir ini, mimin lama ga ngepost. hal itu dikarenakan karena, pada bulan mei lalu. mimin sedang menghadai UN. dan Alhamdulillah nilai un nya baik dan memuaskan. 
Pada kali ini, mimin bakal ngepost hal hal yang dianggap menjadi mitos bagi masyarakat jawa. Apa saja ya ituu...